Pemanfaatan daun gamal sebagai pakan
ternak sangat menguntungkan, cara penanaman yang mudah, kandungan protein yang tinggi,
masih tetap berproduksi baik meskipun musim kemarau, memperbaiki kesuburan
tanah baik dari guguran daun maupun pengakarannya,
dan banyak lagi manfaat dari penanaman pohon
gamal ini. Sehingga pohon gamal ini layak
dikembangkan sebagai bank pakan hijauan. Sekali menanam
tahan hingga 10 tahun, dan tidak memerlukan banyak lahan untuk pengembangannya
karena dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pagar disekitar
lokasi peternakan kita. manfaat lainya tanaman gamal sebagai pencegah
erosi pada lahan pertanian dan sebagai sumber
nitrogen apa bila di jadikan sebagai kompos
Klasifikasi ilmiah
Tanaman Gamal
Kerajaan
: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliophyta
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae/Leguminosa/Papilionoideae
Upafamili
: Faboideae
Genus : Gliricidia
Spesies : G. Sepium
Nama binomial : Gliricidia sepium, Gliricidia
lambii Fernald, G. maculata var. multijuga Micheli, Lonchocarpus
roseus (Miller) DC., L. sepium (Jacq.) DC., Millettia luzonensis A. Gray, Robinia rosea Miller, R. sepium Jacq., R. variegata Schltdl
Ciri-ciri Tanama Gamal
Gamal merupakan tanaman sejenis perdu dari kerabat polong-polongan (suku Fabaceae alias Leguminosae)
.Tanaman pohon kecil ini biasanya bercabang banyak dengan tinggi 2 – 15 m. Batang berdiameter 15 – 30 cm berwarna hijau ketika
masih muda dan jika sudah tua berwarna putih keabu-abuan sampai cokelat. Memiliki daun berbentuk elips (oval) dengan panjang rata-rata 2-7 sm dan lebar 1-3 cm
Ujung daun berbentuk
lancip dan pangkalnya tumpul (bulat). Susunan daun terletak berhadapan atau
hampir berhadapan seperti pada daun lamtoro atau turi dengan jumlah 9-17 helai daun per tangkai daun. Helaian daun berwarna hijau di bagian atasnya, tipis dan berwarna
keputihan
di sisi bawahnya. Daun akan berguguran pada musim kemarau. Bunga berbentuk kupu-kupu terkumpul pada ujung batang sepanjang 10-15 cm berjumlah
sekitar 25-50 kuntum. Satu bunga memiliki 5 kuntum,
berwarna hijau terang dengan mahkota bunga putih ungu dan 10 helai benangsari yang berwarna putih.
Pada umumnya berdaun majemuk berpasangan. Perbungaan tunggal pada
subsuku Faboideae serta majemuk padaCaesalpinioideae dan Mimosoideae. Biji berkotil dua. Buah gamal berbentuk polong seperti buah petai dengan ukuran 10-15 cm x 1,52 cm. Polong berbentuk memanjang dan pipih
berisi 4-10 biji.
Polong berwarna hijau kuning dan akhirnya cokelat kehitaman, memecah ketika masak dan kering melontarkan
biji-bijinya hingga
sejauh 25 m dari pohon induknya.
Struktur Anatomi Batang Sebagai pakan ternak
Kandungan Nutrisi Daun Gamal
Gamal merupakan pakan ternak sumber protein yang baik dengan kandungan protein yang lebih tinggi daripada konsentrat yang memiliki kandungan protein maksimal
hanya 17%.
Daun-daun gamal mengandung banyak protein
dan mudah dicernakan sehingga cocok untuk pakan ternak khususnya ruminansia.
Hijauan gamal mengandung protein kasar 20-30 % BK, serat kasar 15%, dan kecernaan in vitro bahan kering 60-65 %.
Menurut Sukanten,gamal mengandung protein kasar (CP) 18 – 24 % pada waktu musim hujan dan 17 – 22 % pada waktu musim kemarau. (Sukanten et
al, 1994).
Pohon gamal termasuk tumbuhan dikotil, Organ vegetatif tumbuhan
ini terdiri dari akar,
batang, dan daun. Akar, batang dan daun terdiri
dari 3 sistem jaringan yang sama, yaitu: sistem jaringan dermal/penutup, sistem jaringan pembuluh dan sistem jaringan dasar
Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata,
sistem jaringan dasar berupa korteks dan
empulur,
dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem
tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan
sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem
dan floem yang tersusun berselang selin Gamal mudah dikembangbiakkan, baik
dengan biji maupun dengan stek batang. Penanaman dengan stek, tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan biji, namun sistem perakaran
lebih dalam jika ditanam dengan biji dari pada dengan stek. Penanaman yang tepat
dengan kedua cara tersebut, dapat memiliki daya
tumbuh yang tinggi, 90 – 95 %.
Gamal merupakan tanaman pakan ternak yang baik karena kemampuan produksinya
tinggi
dan kualitas hijaunnya yang baik.
1. Kandungan
Hara Daun Gamal
Selain kaya akan
Nitrogen, daun gamal juga mengandung unsur hara penting lainnya yang dibutuhkan
tanama Nitrogen (N): 3,15 Fosfor (P): 0,22% Kalium
(K): 2,65% Kalsium (Ca): 1,35%
2. Metode Pemanfaatan sebagai Pupuk
A. Pupuk Hijau
(Direct Mulching)
Ini adalah cara
paling sederhana. Daun dan ranting muda gamal dipangkas, lalu dibenamkan ke
dalam tanah atau diletakkan di permukaan sekitar pangkal tanaman utama. Kelebihan: Daun
gamal sangat cepat terdekomposisi (hancur) dibandingkan tanaman lain, sehingga
nitrogen cepat tersedia bagi tanaman utama.Waktu aplikasi: Sebaiknya
dilakukan 1-2 minggu sebelum penanaman tanaman utama atau sebagai mulsa saat
tanaman sedang tumbuh
B. Pupuk Organik Cair (POC)
Daun gamal sangat
efektif dijadikan bahan baku POC untuk merangsang pertumbuhan vegetatif (daun
dan batang) Bahan: 1 kg daun gamal segar (ditumbuk), 10 liter
air, dan sedikit molase (tetes tebu/gula merah) serta EM4 sebagai
dekompuser Proses: Masukkan semua bahan ke dalam wadah
tertutup, fermentasi selama 7-14 hari Aplikasi: Encerkan POC
dengan air (rasio 1:10) dan semprotkan ke daun atau kocor ke akar.
C. Bahan Baku
Kompos
Mencampur daun
gamal dengan bahan yang kaya karbon (seperti jerami atau sekam padi) akan
mempercepat proses pengomposan. Kandungan nitrogen yang tinggi pada gamal
membantu menurunkan rasio C/N pada tumpukan kompos.
3. Manfaat Strategis Gamal di Lahan
Pagar Hidup
& Peneduh: Gamal
sering ditanam di batas lahan untuk melindungi tanaman utama dari angin kencang
atau terik matahari (seperti pada tanaman kopi dan kakao).Konservasi Tanah: Sistem
perakarannya yang dalam membantu mencegah erosi di lahan miring dan memperbaiki
struktur tanah yang padat. Penyedia N Tanpa Henti: Karena
gamal adalah tanaman menahun, Anda bisa melakukan pemangkasan secara rutin
(tiap 2-3 bulan) untuk mendapatkan pasokan pupuk hijau secara kontinu.