google-site-verification=OSg9MD6wjBrlRYZ2NW7OyxLF_n8CHwXngQH5AbpxFQ8

Senin, 19 Januari 2026

Pohan Gamal Tanaman legum dan Sumber Nitrogen Bagi Tanaman


Manfaat Gamal

Pemanfaatan   daun   gamal   sebagai   pakan ternak sangat menguntungkan, cara penanaman yang mudah, kandungan  protein  yang  tinggi, masih tetap berproduksi baik meskipun musim kemarau, memperbaiki kesuburan tanah baik dari guguran  daun   maupun   pengakarannya,   dan banyak  lagi manfaat  dari  penanaman  pohon gamal ini. Sehingga pohon gamal ini layak dikembangkan sebagai bank pakan hijauan. Sekali menanam tahan hingga 10 tahun, dan tidak memerlukan banyak lahan untuk pengembangannya karena dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pagar disekitar lokasi peternakan kita. manfaat lainya tanaman gamal sebagai pencegah erosi pada lahan pertanian dan sebagai sumber nitrogen apa bila di jadikan sebagai kompos

 Klasifikasi ilmiah




                                                                      Tanaman Gamal

Kerajaan     : Plantae

Divisi          : Magnoliophyta

Kelas          : Magnoliophyta 

Ordo        : Fabales

Famili        : Fabaceae/Leguminosa/Papilionoideae

Upafamili   : Faboideae

Genus     : Gliricidia

Spesies     : G. Sepium

 

Nama binomial   :  Gliricidia sepium, Gliricidia lambii Fernald, G. maculata var. multijuga Micheli, Lonchocarpus roseus (Miller) DC., L. sepium (Jacq.) DC.,  Millettia  luzonensis  A.  Gray,  Robinia  rosea Miller, R. sepium Jacq., R. variegata Schltdl



Ciri-ciri Tanama Gamal

Gamal  merupakan  tanaman  sejenis  perdu dari kerabat polong-polongan (suku Fabaceae alias       Leguminosae) .Tanaman pohon kecil ini biasanya bercabang banyak dengan tinggi 2 – 15 m. Batang  berdiameter 15  –  30  cm  berwarna hijau ketika masih muda dan jika sudah tua berwarna putih keabu-abuan sampai cokelat. Memiliki daun berbentuk elips (oval) dengan panjang rata-rata 2-7 sm dan lebar 1-3 cm

 

Ujung     daun     berbentuk     lancip     dan pangkalnya tumpul (bulat). Susunan     daun  terletak  berhadapan  atau hampir   berhadapan   seperti   pada   daun lamtoro atau turi dengan jumlah 9-17 helai daun per tangkai daun. Helaian   daun   berwarna   hijau   di   bagian atasnya, tipis dan berwarna keputihan di sisi bawahnya. Daun akan berguguran pada musim kemarau. Bunga berbentuk kupu-kupu terkumpul pada ujung batang sepanjang 10-15 cm berjumlah sekitar 25-50 kuntum. Satu  bunga  memiliki  5  kuntum,  berwarna hijau terang dengan mahkota bunga putih ungu dan 10 helai benangsari yang berwarna putih.

 

Pada   umumnya   berdaun   majemuk berpasangan. Perbungaan tunggal pada subsuku Faboideae serta majemuk padaCaesalpinioideae dan Mimosoideae. Biji  berkotil  dua. Buah  gamal  berbentuk polong seperti buah petai dengan ukuran 10-15 cm x 1,52 cm. Polong    berbentuk  memanjang  dan  pipih

berisi 4-10 biji. 

 

Polong berwarna hijau kuning dan akhirnya cokelat kehitaman, memecah ketika masak dan kering melontarkan biji-bijinya hingga sejauh 25 m dari pohon induknya.


Struktur Anatomi Batang Sebagai pakan ternak


Kandungan Nutrisi Daun Gamal Gamal merupakan pakan ternak sumber protein  yang  baik  dengan kandungan  protein yang lebih tinggi daripada konsentrat yang memiliki kandungan  protein  maksimal hanya 17%.  Daun-daun gamal mengandung banyak protein  dan  mudah dicernakan sehingga cocok untuk pakan ternak khususnya ruminansia. 

Hijauan  gamal  mengandung protein  kasar 20-30 % BK, serat kasar 15%, dan kecernaan in vitro bahan kering 60-65 %. 

Menurut Sukanten,gamal mengandung protein kasar (CP) 18 – 24 % pada waktu musim hujan dan 17 – 22 % pada waktu musim kemarau. (Sukanten et al, 1994).
 

 Anatomi Pohon

Pohon gamal termasuk tumbuhan dikotil, Organ vegetatif tumbuhan ini terdiri dari akar, batang, dan daun. Akar, batang dan daun terdiri dari 3  sistem jaringan yang  sama, yaitu: sistem jaringan dermal/penutup, sistem jaringan pembuluh dan sistem jaringan dasar



                                                                     Pohon Gamal

      Secara umum batang tersusun atas epidermis yang  berkutikula dan  kadang  terdapat stomata, sistem   jaringan   dasar   berupa   korteks   dan empulur,   dan   sistem   berkas   pembuluh  yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem             tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem yang tersusun   berselang selin  Gamal    mudah    dikembangbiakkan,   baik dengan   biji    maupun  dengan   stek    batang. Penanaman dengan  stek,  tumbuh  lebih  cepat dibandingkan    dengan    biji,    namun   sistem perakaran lebih dalam jika ditanam dengan biji dari pada dengan stek. Penanaman yang tepat dengan kedua cara tersebut, dapat memiliki daya tumbuh yang tinggi, 90 – 95 %.

 

    Gamal merupakan tanaman pakan ternak yang baik karena kemampuan produksinya tinggi dan kualitas hijaunnya yang baik.

 

1. Kandungan Hara Daun Gamal

Selain kaya akan Nitrogen, daun gamal juga mengandung unsur hara penting lainnya yang dibutuhkan tanama Nitrogen (N): 3,15 Fosfor (P): 0,22% Kalium (K):  2,65% Kalsium (Ca): 1,35% 

 

2. Metode Pemanfaatan sebagai Pupuk

A. Pupuk Hijau (Direct Mulching)

Ini adalah cara paling sederhana. Daun dan ranting muda gamal dipangkas, lalu dibenamkan ke dalam tanah atau diletakkan di permukaan sekitar pangkal tanaman utama. Kelebihan: Daun gamal sangat cepat terdekomposisi (hancur) dibandingkan tanaman lain, sehingga nitrogen cepat tersedia bagi tanaman utama.Waktu aplikasi: Sebaiknya dilakukan 1-2 minggu sebelum penanaman tanaman utama atau sebagai mulsa saat tanaman sedang tumbuh

 

B. Pupuk Organik Cair (POC)

Daun gamal sangat efektif dijadikan bahan baku POC untuk merangsang pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) Bahan: 1 kg daun gamal segar (ditumbuk), 10 liter air, dan sedikit molase (tetes tebu/gula merah) serta EM4 sebagai dekompuser Proses: Masukkan semua bahan ke dalam wadah tertutup, fermentasi selama 7-14 hari Aplikasi: Encerkan POC dengan air (rasio 1:10) dan semprotkan ke daun atau kocor ke akar.

C. Bahan Baku Kompos

Mencampur daun gamal dengan bahan yang kaya karbon (seperti jerami atau sekam padi) akan mempercepat proses pengomposan. Kandungan nitrogen yang tinggi pada gamal membantu menurunkan rasio C/N pada tumpukan kompos.

 

3. Manfaat Strategis Gamal di Lahan

Pagar Hidup & Peneduh: Gamal sering ditanam di batas lahan untuk melindungi tanaman utama dari angin kencang atau terik matahari (seperti pada tanaman kopi dan kakao).Konservasi Tanah: Sistem perakarannya yang dalam membantu mencegah erosi di lahan miring dan memperbaiki struktur tanah yang padat. Penyedia N Tanpa Henti: Karena gamal adalah tanaman menahun, Anda bisa melakukan pemangkasan secara rutin (tiap 2-3 bulan) untuk mendapatkan pasokan pupuk hijau secara kontinu.

 

 


Tidak ada komentar:

ILMU HIJAUAN MAKANAN TERNAK

                                                      HIJAUAN MAKANAN TERNAK                                                                ...